Intro : D G D G
D
Kini ku mengungkap tanya
G
Siapakah dirinya
Bm A Em
Yang mengaku kekasih itu
G A G A
Aku tak bisa memahami
D
Ketika malam tiba
G
Kurela kau berada
Bm A Em
Dengan siapa kau melewatinya
G A G A
Aku tak bisa memahami
Reff.
D
Aku lelaki tak mungkin
G
Menerimamu bila
F#m Bm
Ternyata kau mendua
Em A
Membuatku terluka
D
Tinggalkan saja diriku
G
Yang tak mungkin menunggu
F#m Bm
Jangan pernah memilih
Em A
Aku bukan pilihan
D
Slalu terungkap tanya
G
Benarkah kini dia
Bm A Em
Wanita yang kukenal hatinya
G A G A
Aku tak bisa memahami
Back to Reff.
G F#m
Tak perlu kau memilihku
Em A
Aku lelaki bukan tuk dipilih
Musik : D G D G
E A E A F#m B
E
Aku lelaki tak mungkin
A
Menerimamu bila
G#m C#m
Ternyata kau mendua
F#m B
Membuatku terluka
E
Tinggalkan saja diriku
A
Yang tak mungkin menunggu
G#m C#m
Jangan pernah memilih
F#m B
Aku bukan pilihan
E A E A
Rabu, 26 September 2018
Chord Gitar Iwan Fals - Aku Bukan Pilihan
Chord Gitar Iwan Fals - Aku Antarkan
Intro : D
D
Aku antar kau sore pukul lima
D A D
Laju roda dua seperti malas tak beringas
D
Langit mulai gelap sebentar lagi malam
D A D
Namun kau harus kembali tinggalkan kota ini
A B G F#m
Saat lampu-lampu mulai dinyalakan
C Bm D Bm
Semakin erat lingkar lenganmu di pingganku
F#m G F#m G
Jarak bertambah dekat dua kelok lagi
D C#m Bm G C A
Stasiun bus antar kota pasti terlihat
Reff :
D G D A D G A D
Tak terasa seminggu sudah engkau di pelukku
D G D A D G A D
Tak terasa seminggu alangkah cepatnya waktu
D G D A D G A D
Tak terasa seminggu rakus ku lumat bibirmu
D G D A D G A D
Tak terasa seminggu tak bosan kau minta itu
Interlude : D
D
Tiba di tujuan mesin ku matikan
D A D
Jariku kau genggam seakan enggan kau lepaskan
Interlude : D
Balik ke *, Reff
Coda : D
Senin, 24 September 2018
Chord Gitar Iwan Fals - Air Mata Api
Intro: G A C D Em
D Em
Em D C Em
Aku adalah lelaki tengah malam
Em D C Em
ayahku harimau ibuku ular
Em D C Em
aku dijuluki orang sisa sisa
Em D C Em
sebab kerap merintih kerap menjerit
G D C D
temanku gitar temanku lagu
G D C D
nyanyikan tangis marah dan cinta
G D C D
temanku niat temanku semangat
G D C D
yang kian hari kian berkarat
Bm C
semakin berkarat
Em D C Em
aku berjalan orang cibirkan mulut
Em D C Em
aku bicara mereka tutup hidung
Em D C Em
aku tersinggung peduli nilai nilai
Em D C Em
aku datangi dengan segunung api
G D C D
mereka lari ke ketiak ibunya
G D C D
ku tak peduli marahku menjadi
G D C D
mereka lari ke meja ayahnya
G D C D
aku tak mampu tenagaku terkuras
Em Bm C D Em
lelaki tengah malam terkulai di tepi malam
Em Bm C D Em
lelaki tengah malam terkulai di tepi malam
Em Bm C
orang sisa sisa menangis
Em Bm C
orang sisa sisa menangis
Am C
air matanya... air matanya...
Am C D Em
air matanya... api
Iwan Fals - Antara Aku Kau dan Bekas Pacarmu
A E C#m F#m D A Bm E
A E C#m F#m D A Bm E A
A E C#m F#m
tabir gelap yang dulu hinggap
D A Bm E
lambat laun mulai terungkap
A E C#m F#m
labil tawamu tak pasti tangismu
D A Bm E
jelas membuat aku sangat ingin mencari
A C#m D E
apa yang tersembunyi di balik manis senyummu
A C#m D E A
apa yang tersembunyi di balik bening dua matamu
C#m F#m C#m F#m
D A C#m F#m A C#m F#m D Bm E
A E C#m F#m
dapat kutemui mengapa kau tak pasti
D A Bm E
lalu aku coba untuk mengerti
A E C#m F#m
saat engkau tiba disimpang jalan
D A Bm E A
lalu kau bimbang untuk tentukan arah mana dekat tujuan
Reff:
A C#m F#m
jalan gelap yang kau pilih
A C#m F#m
penuh lubang dan mendaki tinggi
A E C#m F#m D A Bm E A
A E C#m F#m
tabir gelap yang dulu hinggap
D A Bm E
lambat laun mulai terungkap
A E C#m F#m
labil tawamu tak pasti tangismu
D A Bm E
jelas membuat aku sangat ingin mencari
A C#m D E
apa yang tersembunyi di balik manis senyummu
A C#m D E A
apa yang tersembunyi di balik bening dua matamu
C#m F#m C#m F#m
D A C#m F#m A C#m F#m D Bm E
A E C#m F#m
dapat kutemui mengapa kau tak pasti
D A Bm E
lalu aku coba untuk mengerti
A E C#m F#m
saat engkau tiba disimpang jalan
D A Bm E A
lalu kau bimbang untuk tentukan arah mana dekat tujuan
Reff:
A C#m F#m
jalan gelap yang kau pilih
A C#m F#m
penuh lubang dan mendaki tinggi
Sabtu, 22 September 2018
Jumat, 21 September 2018
Chord Gitar Iwan Fals - Ada Lagi Yang Mati
Intro : Am G-Em (4x)
Am Em-G-Am-C (2x)
Am Em-G-Am C
Aku lihat orang yang mati
Am Em-G-Am G-Em
Diantara tumpukan sampah
Am Em-G-Am C
Lehernya berdarah Membeku
Am Em-G-Am G-Em
Bekas pisau lawannya tadi malam
Am Em-G-Am C
Depan pasar dekat terminal
Am Em-G-Am G-Em
Pagi itu orang berkerumun
Am Em-G-Am C
Melihat mayat yang membusuk
Am Em-G-Am G-Em
Hidung sesekali meludah
Musik : Am
Am Em-G-Am C
Aku lihat orang menangis
Am Em-G-Am G-Em
Di sela gaduhnya suasana
Am Em-G-Am C
Segera aku menghampiri
Am
Dengan bimbang
Em-G-Am G-Em
Aku betanya kepadanya
Am Em-G-Am C
Rupanya yang mati sang teman
Am Em-G-Am G-Em
Teman hidup sepaham
Am Em-G-Am C
Banyak kisah yang dilewati
Am Em-G-Am Am-G
Dia berdua ikat tali saudara
Reff :
F G Am
Sementara surya mulai tinggi
F G Em Am
Panas terasa bakar kepala
Musik : Am....
F G Am (2x)
Am-G-Em (2x)
Am Em-G-Am C
Sisa darah orang yang mati
Am Em-G-Am G-Em
Di simpannya di dalam hati
Am Em-G-Am C
Lalu dia seperti batu
Am Em-G-Am
Sampai malam sampai
G-Am
Semuanya pergi
Am Em-G-Am C
Depan pasar dekat terminal
Am Em-G-Am G-Em
Ada lagi orang yang mati
Am Em-G-Am C
Lehernya berdarah membeku
Am Em-G-Am Am-G
Bekas pisau lawannya tadi malam
...Reff : (2x)
Musik : F G Am
Am G-Em (2x)
Am G Em
Dendam ada dimana mana
Am G Em
Dijantungku dijantungmu
Am G Em
Dijantung hari-hari
Am G Em
Dendam ada dimana mana
Am G Em Am G Em
Dendam dendam
Am G Em Am G Em
Dendam ada dimana mana
Mas Galang Datang dan Pergi Menjelang "Pemilu"
‘’Galang Rambu Anarki anakku
lahir awal Januari
menjelang Pemilu ...
Tangisan pertamamu ditandai BBM melambung tinggi
Maafkan kedua orang tuamu kalau tak mampu beli susu ...
Cepatlah besar matahariku
menangislah yang keras janganlah ragu
hantamlah congkaknya dunia buah hatiku
doa kami di nadimu‘’
~Selamat tinggal Galang Rambu Anarki, kau akan selalu dihati mereka~
lahir awal Januari
menjelang Pemilu ...
Tangisan pertamamu ditandai BBM melambung tinggi
Maafkan kedua orang tuamu kalau tak mampu beli susu ...
Cepatlah besar matahariku
menangislah yang keras janganlah ragu
hantamlah congkaknya dunia buah hatiku
doa kami di nadimu‘’
1 Januari 1982 Iwan Fals menyambut kehadiran anak pertamanya, Galang Rambu
Anarki, dengan kegetiran. Lewat lagu Galang Rambu Anarki, Virgiawan
Listanto -- nama lengkap Iwan -- bertutur tentang potret
ketidakberdayaannya bersama Rosana, istrinya.
"Harga-harga waktu itu naik semua, sementara istriku perlu biaya. Aku
hanya bisa menangis. Aku pun merasa perlu menyandarkan harapan kepada
anakku, minta tolong padanya," tutur Iwan suatu kali, ketika menceritakan
riwayat lagu itu.
"Anak bagiku adalah titipan Tuhan, milik Tuhan," lanjutnya.
Kini, anak yang didamba menjadi sandaran harapan dan pertolongannya itu
telah kembali kepada Tuhan. Ia datang dan pergi menjelang pemilu. Dalam
usia yang sangat muda, Galang meninggal mendadak di rumah Iwan, Jl.
Perkici-14 Blok E-B5 No. 69 Bintaro Jaya Jakarta Selatan.
Ia meninggalkan kedua orang tuanya, adiknya (Annisa Cikal Rambu Basae),
neneknya yang mendapat kado ulang tahun sebuah lagu ciptaannya. Ia juga
meninggalkan segepok mimpi: mimpi memiliki mobil karavan yang bisa untuk
berekreasi bersama keluarga, mimpi menjadi astronot, hingga mimpi menjadi
musisi yang diyakini bisa menyaingi popularitas sang bapak, Iwan Fals.
"Galang ingin menciptakan musik sendiri. Galang adalah Galang dan bukan
Iwan Fals," kata Fauzi Aldino Albar, anak Achmad Albar, teman Galang yang
selama dua tahun bergabung bersama dalam kelompok musik Orange Rolls.
Kepergian Galang terbilang mengejutkan. Kelly Bayu Saputra, sepupu Galang,
bertutur, Kamis malam (24/4) sekitar pukul 19.00 Galang memintanya untuk
mengantarkan pergi. "Namun karena melihat saya kecapekan, dia tak tega.
Lalu ia memutuskan pergi naik ojek. Dan sekitar pukul 23.00 ia pulang,"
katanya.
Dan ketika membangunkan Galang, Jumat pagi, Kelly mendapati Galang telah
meninggal. "Saya tak bisa menjelaskan bagaimana posisinya," ujar Kelly.
Menurut keterangan keluarga,Galang meninggal sekitar pukul 03.00 dini
hari. Kelly mengaku tak tahu penyebabnya, sementara menurut salah seorang
kerabat Iwan, Galang meninggal karena gangguan asma.
Dan hingga usai pemakaman, Yos -- nama panggilan Rosana -- dan Iwan tak
banyak berkata-kata. Mereka belum bisa memberikan komentar mengenai
kematian Galang. "Saya belum bisa memberikan penjelasan sekarang," kata
Yos lirih.
Tangis terus mengalir sejak disembahyangkan di Masjid Bintaro Sektor-9
usai salat Jumat hingga dibawa ke Desa Leuwi Gunung, Cimanggis untuk
dimakamkan, melalui upacara yang serba cepat, sekitar pukul 15.00 WIB.
Setiawan Djody di tengah sekitar 100 pelayat menyampaikan kata perpisahan,
melepas kepergian anak sulung dari dua bersaudara itu. "Galang selama ini
seperti anak saya sendiri. Dinihari tadi pukul tiga, dia meninggal. Jodoh,
hidup, dan mati semuanya Tuhan yang mengatur," tutur Djody.
Iwan, usai menebar bunga di atas gundukan tanah merah yang setengah basah
itu, menjauh dan duduk menyendiri. Air matanya meranting. Tatkala Djody
mendekat, Iwan menyandarkan kepalanya ke pundaknya. Sementara Yos dan
Cikal terus menabur bunga di atas gundukan tanah itu. Ine Febriyanti --
teman dekat Galang -- menciumi batu nisan yang tertancap di atas pusara
Galang. Galang, menurut Kelly orangnya baik dan tak seperti yang dikira
orang. "Bila kenal dari dekat orangnya sangat memperhatikan keluarga,"
kata Kelly. "Dia tak seperti yang dibayangkan orang." "Ia pendiam dan
mandiri. Ia telah merancang rekaman, memimpin band sendiri, dan ingin
meniti karier tanpa pengaruh bapaknya," kata Fauzi yang terakhir bertemu
Galang tiga pekan lalu.
Ia bergabung dalam Orange Rollskemudian membentuk kelompok Bunga. "Karena
kami berbeda aliran, saya lalu keluar. Musiknya terlalu keras," cerita
Fauzi.
Terakhir, dengan ambisi memadukan seluruh musik, Galang kemudian membentuk
grup baru lagi dengan nama Sangkakala. "Mereka tengah menyiapkan album
untuk MTV," kata Fauzi.
Dan malam menjelang berpulang ia sempat pula latihan di studio One Feel di
Fatmawati untuk grup Bor. Sayang cita-citanya menjadi pemusik besar
terhenti. Dan Iwan pun tak sempat menyaksikan 'sang matahari'nya besar,
seperti syairnya: Cepatlah besar matahariku/ menangislah yang keras
janganlah ragu/ tinjulah sombongnya dunia buah hatiku/ doa kami di nadimu.
roh.
~Selamat tinggal Galang Rambu Anarki, kau akan selalu dihati mereka~
Kamis, 20 September 2018
Chord Gitar Iwan Fals - 22 Januari
C F , C F 22 januari, kita berjanji C F sayang engkau mengerti G F C apa di dalam hati C F , C F 22 januari, tidak sendiri C F aku berteman iblis G F C yang baik hati Reff : F G C Em-Am jalan berdampingan takpernah da tujuan F G C Em-Am membelah malam mendung yang selalu datang G F C ku dekap erat Dm ku pandang senyumMu Am G F C dengan sorot mata yang keduanya buta Dm Am lalu kubisikan F C sebaris kata kata Em Am G putus asa... F G C sebentar lagi hujan C F dua buku teori C F kau pinjamkan aku C F tebal tidak berdebu G F C ku baca selalu C F empat lembar foto mu C F dalam lemari kayu C F ku pandang dan kujaga G F C sampai kita jemu ke Reff
Chord gitar Iwan Fals-2 menit 10 detik
Intro : Am Em F Em F Am
Am
Yang menangis diketiakku engkaukah itu perempuanku
Em F
Diamlah, diamlah
Em F Am
Berhentilah, berhentilah sebentar
Am
Yang tertawa dia dia ga luka engkaukah itu betinaku
Em F
Puaskah hatimu
Em F Am
Teruslah tertawa hingar
Coda : D m Am D C#m C Em Am
Chord Gitar Iwan Fals - 1910
intro : D C G Gm D
C G D
C G Bb A D
D Bm
apa kabar kereta yg terkapar disenin pagi
G A
digerbong mu ratusan orang yg mati
G F#m
hancurkan mimpi bawa kisah
G D C G Bb A D (2x)
air mata air mata
D Bm
belum usai peluit belum habis putaran roda
G A G F#m
aku dengar jerit dari bintaro satu lagi catatan sejarah
G D
air mata air mata
Em C Bm
berdarahkah tuan yg duduk dibelakang meja
Em C Bm G D
atau cukup hanya ucapan bela sungkawa..aku..bosan
A G A G
lalu terangkat semua beban dipundak
D F Am Em
semudah itukah luka luka terobati
G D C D
nu..san..ta..ra
G D/F# G
tangismu terdengar lagi
G D C D
nu..san..ta..ra..
G D C
derita bila berhenti
Cm G D/F# Em D C Cm
bilakah..bilakah
G Em
sembilan belas oktober tanah jakarta berwarna merah
C D
meninggalkan tanya yg takterjawab
C Bm
bangkai kereta lemparkan amarah
C G E
airmata..airmata
A E D E
nu..san..ta..ra..
A E A
langitmu saksi kelabu
A E D E
nu..san..ta..ra
A E A
terdengar lagi tangis mu
A E D E
nu..san..ta..ra
A E A
kau simpan kisah kereta
A E D E
nu..san..ta..ra
A E A E D E
kabarkan marah sang duka
Rabu, 19 September 2018
Chord Gitar Iwan Fals - 17 Juli 1996
Intro : G F C G 8x
F C G F C G
Gonjang-ganjing gonggongan anjing
F C G F C G
Anjing herder sampe anjing peking
F C G F C G
Dar der dor otak di gedor
F C G F C G F C G F C
Dengan pelor hati di teror
Dm G F C
oooooo,.,.,.,.oooooo,.,.,.,
Dm G
ooooooo,.,.,. ngeles
Interlude : G F C G 4x
F C G F C G
Sas sis sus dengar desas-desus
F C G F C G
Banyak kasus bikin sakit usus
F C G F C G
Hang heng hong berita bohong
F C G F C G F C G F C
kong kalikong sindikat kingkong
Dm G F C G F C
ooooooooo,.,.,ooooooooo,.,.,
Dm G
ooooooooo,.,.,. cuek aje,.,.,
Interlude : G F C G 4x
F C G F C G
wek wek wek suara bebek
F C G F C G
Merem melek denger geledek
F C G F C G
Dalam benteng diadu gambreng
F C G F C G F C G F C
Bandar judi tambah mentereng
Dm G F C G F C
ooooooooo,.,.,oooooo,.,.,
Dm G F C G
ooooooooo,.,., untung banyak do'i,.,.,
Interlude : G F C G 4x
F C G F C G
sengkuni kilik sana-sini
F C G F C G
Kurawa dan pandawa rugi
F C G F C G
Dewa-dewa kerjanya berpesta
F C G D C G FC G F C
Sambil nyogok bangsa manusia
Dm G F C G F C
ooooooooo.,.,,,ooooooooooo,.,.,.
Dm G
ooooooooo,.,., hancur,.,.,.
Interlude : G F C G 4x
F C G F C G
Hak azazi hidup disini
F C G F C G
Tinggal kata tinggal piagam
F C G F C G
Bukan keki bukan patah hati
F C G F C G F C G F C
Sebab hukum berwajah muram
Dm G F C G F C
oooooooo,.,.,.oooooooo,,.,.,
Dm G
ooooooo,.,.,., buset dah,.,.,
Interlude : G F C G 4x
F C G F C G
Gonjang-ganjing gonggongan anjing
F C G F C G
Anjing herder sampe anjing peking
F C G F C G
Dar der dor otak di gedor
F C G F C G
Dengan pelor hati di teror
F C G F C G
Sas sis sus dengar desas-desus
F C G F C G
Banyak kasus bikin sakit usus
F C G F C G
Hang heng hong berita bohong
F C G F C G
kong kalikong sindikat kingkong
F C G F C G
wek wek wek suara bebek
F C G F C G
Merem melek denger geledek
F C G F C G
Dalam benteng diadu gambreng
F C G F C G
Bandar judi tambah mentereng
F C G F C G
sengkuni kilik sana-sini
F C G F C G
Kurawa dan pandawa rugi
F C G F C G
Dewa-dewa kerjanya berpesta
F C G D C G
Sambil nyogok bangsa manusia
F C G F C G
Hak azazi hidup disini
F C G F C G
Tinggal kata tinggal piagam
F C G F C G
Bukan keki bukan patah hati
F C G F C G
Sebab hukum berwajah muram
F C G F C G
Gonjang-ganjing gonggongan anjing
F C G F C G
Anjing herder sampe anjing peking
F C G F C G
Dar der dor otak di gedor
F C G F C G F C G F C
Dengan pelor hati di teror
Dm G F C
oooooo,.,.,.,.oooooo,.,.,.,
Dm G
ooooooo,.,.,. habis,.,.
Kumpul Bloger solusi untuk meningkatkan trafik blog anda
http://kumpulblogger.com/signup.php?refid=399750
Chord Gitar Iwan Fals - 16 Juli 1996
Intro : Am Dm Am 2x
F Dm C Am
Am Dm Am
Ku kenal kamu dari jauh
Am Dm Am
Tergetar hati melihatmu
F Dm
Matamu bening suaramu bening
C E
Semangatmu hening
F Dm
Wajahmu lembut senyummu lembut
C E
Rambutmu lepas tergerai
Am Dm Am
Terasa sejuk mengenalmu
Am Dm Am
merdeka aku dibuaimu
F Dm
Jalan yang panjang, sebatas pandang
C E
Kau tempuh tanpa mengeluh
F Dm
Tangan terkepal berangkatlah kapal
C E
menuju deramaga sepi
Reff :
Dm Am
Ku nyanyikan hanya untukmu
Dm Am
puja-puji ini karena rindu
Dm Am
Air mata terlanjur tumpah
Dm Am
Membasahi tanah menjadi darah
F E
Dipayungi mega kelabu
Interlude : Am Dm Am 2x
F Dm
Aku tak peduli apa yang terjadi
C E
Jangan kau pergi dariku
F Dm
Akan ku temani ke dermaga sepi
C E
Membelai ombak yang biru
F Dm
Kau bangkitkan aku ku panggil kau selalu
C E
bertahanlah dalam gelombang
F Dm C
Kau buka mataku kau sadarkan aku
E
Janganlah bosan
Balik ke Reff
Coda : Am Dm Am 2x
F Dm C Am
Selasa, 18 September 2018
Chord Gitar Iwan Fals - 15 Juli 1996
Chord Gitar Iwan Fals - 15 Juli 1996
Intro : Em Am Em C Em
Em
Kalau kau datang
Am
Hatiku senang
Em C
Berbunga bunga
Em
Bulan dan bintang
Am
Terangi malam
Em C
Sehabis hujan
Em
Saling bicara
Am
Tukar cerita
Em C
Berbagi rasa
Em
Aku disini
Am
Tetap di tepi
Em
Masih bernyanyi
B7 C
Dunia sedang dilanda kalut
B7 C
Alam semesta seperti merintih
Em
Kau dengarkah?
Intro : Em Am Em C Em
Em
Aku tak bisa
Am
Untuk tak peduli
Em C
Hati tersiksa
Em
Aku bersumpah
Am
Untuk berbuat
Em
Yang aku bisa
G F Em
Harus ada yang dikerjakan
G F Em
Agar kehidupan berjalan wajar
G F Em
Hidup hanya sekali wahai kawan
G F Em
Aku tak mau mati dalam keraguan
Chord Gitar Iwan Fals - 140484
Chord Gitar Iwan Fals - 140484
[intro] C D C D
F/D G/D D 2x
Bm Dm
taukah kau
G F
ku rindu dirimu
D
taukah kau
Bm Dm
rasa kah kasih
G F
cintaku putih
D
rasakah kasih
A# Am
saat gelisah begitu buas hancurkan jiwa
A# Am
saat tak kuat lagi memendam marah
D A# D
sungguh aku cinta kau
Dm A#
jangan didik anak kita penakut
Gm D
jangan ajar anak kita pengecut
Dm A#
tolong kabarkan tinju ku untuknya
Gm D
demi kebenaran yang nyata
A D A D
istriku manis senyum yang manis
A D A D
anak ku jantan tertawalah lantang
A D A D
istriku manis jangan menangis
A D A D
anak ku jantan murkalah jantan
[solo] F/D G/D D 2x
C D C D
Bm Dm G F D
A# Am
saat gelisah begitu buas hancurkan jiwa
A# Am
saat tak kuat lagi memendam marah
D A# D
sungguh aku sayang kau
Dm A#
jangan didik anak kita penakut
Gm D
jangan ajar anak kita pengecut
Dm A#
tolong kabarkan tinju ku untuknya
Gm D
demi kebenaran yang nyata
A D A D
istriku manis senyum yang manis
A D A D
anak ku jantan tertawalah lantang
A D A D
istriku manis jangan menangis
A D A D
anak ku jantan murkalah jantan
LIRIK LAGU-LIBUR KECIL KAUM KUSAM by IWAN FALS
Nikmat kau hisap asap tembakau
Di bangku rumah kontrakan
Sore selesai kerja sehari
Tunggu istri berdandan
Janji pergi berkencan
Tak kalah dengan orang gedean
Dalam rasakan senang
Walau lembaran gaji sebulan
Hanya cukup untuk kakus
Soal rekreasi sih harus
Setianya anak istri
Menantikan bahagia
Sehari bagaikan sang raja
Selesai anak istri berdandan
Tembakau kau matikan
Jendela pintu lalu kau kunci
Tentu tak sabar mereka pergi
Stop bis kota dengan pasti
Libur kecil kaum kusam
Yang teramat manis begitu romantis
Walau sekali setahun
Tuhan rangkullah
Jangan kau tinggalkan
Waktu mereka
Pergilah derita ini hari
Berilah tawa yang terkeras
Untuk obati tangis lalu
Limpahkan senang paling indah
Agar luka tak nyeri
Agar duka tak menari
Nikmat kau hisap asap tembakau
Di bangku rumah kontrakan
Sore selesai kerja sehari
Tunggu istri berdandan
Janji pergi berkencan
Tak kalah dengan orang gedean
Dalam rasakan senang
Walau lembaran gaji sebulan
Hanya cukup untuk kakus
Soal rekreasi sih harus
Setianya anak istri
Menantikan bahagia
Sehari bagaikan sang raja
Selesai anak istri berdandan
Tembakau kau matikan
Jendela pintu lalu kau kunci
Tentu tak sabar mereka pergi
Stop bis kota dengan pasti
Libur kecil kaum kusam
Yang teramat manis begitu romantis
Walau sekali setahun
Tuhan rangkullah
Jangan kau tinggalkan
Waktu mereka
Pergilah derita ini hari
Berilah tawa yang terkeras
Untuk obati tangis lalu
Limpahkan senang paling indah
Agar luka tak nyeri
Agar duka tak menari
Nama:Virgiawan Listanto
Nama populer:
Iwan Fals
Iwan Fals
Lahir:
Jakarta, 3 September 1961
Jakarta, 3 September 1961
Ayah:
Haryoso
Haryoso
Ibu:
Lies
Lies
Isteri:
Rosanna (MBak Yos)
Rosanna (MBak Yos)
Anak:
Galang Rambu Anarki (almarhum)
Anissa Cikal Rambu Basae
Rayya Rambu Robbani
Galang Rambu Anarki (almarhum)
Anissa Cikal Rambu Basae
Rayya Rambu Robbani
Hobi:
Melukis
Sepak Bola
Karate
Melukis
Sepak Bola
Karate
Pendidikan:
SMP 5 Bandung
SMAK BPK Bandung
Sekolah Tinggi Publisistik
Lembaga Pendidikan Kesenian Jakarta (sekarang IKJ)
SMP 5 Bandung
SMAK BPK Bandung
Sekolah Tinggi Publisistik
Lembaga Pendidikan Kesenian Jakarta (sekarang IKJ)
Virgiawan Listanto yang populer dengan nama Iwan Fals dikenal sebagai ‘wakil rakyat’ yang lantang menyuarakan seruan hati para wong cilik. Sepanjang karirnya selama kurang lebih 20 tahun di dunia musik ia telah terbukti memiliki kelompok penggemar khusus yang dekat dengan kemiskinan, ketidakadilan dan pengangguran. Lagu-lagunya kerap dihubungkan dengan protes-protes sosial seperti pernah terkenal lewat Oemar Bakrie (1981) dan Bento (1991).
Nama besar yang disandangnya saat ini dicapainya setelah melalui jalan penuh kerikil dan berdebu di bawah hujan dan terik matahari dalam komunitas ‘pengamen jalanan’. Pria yang diberi julukan “Pahlawan Besar Asia” menurut majalah Time Asia edisi 29 April 2002 ini mengalami banyak perubahan selama enam tahun terakhir.
Kepergian anak pertamanya, Galang Rambu Anarki (almarhum), April 1997, seorang gitaris yang baru saja meluncurkan album perdananya di usia 15 tahun, membuatnya semakin menghargai posisinya sebagai seorang ayah yang harus menjaga, mendidik, dan memelihara anak-anaknya. Rasa cintanya kepada dua anaknya, Annisa Cikal Rambu Basae dan Rayya Rambu Robbani, adalah pengobar semangat di usianya yang kini sudah berkepala empat.
Iwan Fals yang pernah memperoleh Juara II Karate Tingkat Nasional, sempat masuk pelatnas dan melatih karate di kampusnya, STP (Sekolah Tinggi Publisistik) sehari-harinya dipanggil Tanto. Ia lahir pada 3 September 1961 di Jakarta dalam keluarga besar yang taat beragama. Dari sembilan bersaudara, empat meninggal dunia. Semenjak kecil Iwan sering diajak ibunya, Lies Haryoso, mengikuti berbagai kegiatan sosial. Kini, ibunya masih aktif mengurusi sebuah yayasan sosial miliknya yang menampung anak-anak tidak mampu dan menyantuni orang-orang jompo. Yayasan sosial `Hairun Nissa’ yang didirikannya tahun 1986, kini menyantuni 213 anak dalam panti, 90 anak non panti, dan 313 orang tua jompo.
Semenjak kecil Iwan sudah berjiwa sosial dan sangat perhatian kepada teman-temannya. Itu semua terbukti ketika Iwan dengan murah hati memberikan pakaian yang dia pakai dan sepatu baru yang harganya mahal kepada temannya yang membutuhkan.
Meskipun cerdas, di sekolah Iwan biasa-biasa saja karena waktunya habis untuk mengembangkan bakat seninya dalam mencipta lagu, memainkan gitar, harmonika dan piano.
Menginjak usia 13 tahun, Iwan mulai mengamen di Bandung. Sama seperti anak SMP lainnya, Iwan suka memperhatikan teman-temannya yang sering memainkan gitar sembari nongkrong menghabiskan waktu. Tidak mau kalah dengan temannya, Iwan mulai belajar gitar sedikit demi sedikit. Suatu kali ia pernah mencoba memainkan gitar temannya, namun bukan pujian yang diterima melainkan omelan karena senar gitar itu dibuatnya putus.
Gitar seakan-akan sudah menjadi sahabat yang tak terpisahkan bagi Iwan. Bahkan ketika ia bersekolah di KBRI, Jedah, Arab Saudi, selama 8 bulan, gitar menjadi teman penghibur di kala sepi datang menghadang. Dalam perjalanan pulang dari Jedah ketika musim haji, Iwan mendapat pengalaman yang unik. Seorang pramugari mengajarinya menyanyikan lagu Blowing in the Wind Bob Dylan dan membantu menyetem gitarnya yang fals.
Karena ingin tampil beda dan menarik perhatian teman-temannya yang suka memainkan lagu-lagu Rolling Stones, Iwan yang juga menjadi pemain gitar di vokal grup sekolahnya SMP 5 Bandung mencoba mengarang lagu sendiri. Ia membuat lagu yang liriknya lucu, bercanda, bahkan mengutak-ngatik lagu orang. Ulahnya ini tentu membuat teman-temannya tertawa terpingkal-pingkal.
Bersama Engkos, manajernya yang berprofesi sebagai tukang bengkel sepeda motor, Iwan mulai menyanyi di berbagai acara hajatan, kawinan atau sunatan. Kesibukan barunya dengan gitar sembari mencari teman dan memperluas pergaulan membuat ia sering membolos lalu pindah sekolah. Lagu Iwan sempat direkam dan diputar di Radio 8 EH namun radio ini akhirnya dibredel.
Waktu terus berjalan sementara lagu-lagu Iwan mulai terkenal, tidak hanya di Bandung tetapi juga di Jakarta. Karena tertarik dengan ajakan seorang produser, Iwan yang masih bersekolah di SMAK BPK Bandung, pergi ke Jakarta bersama teman-temannya dari Bandung, yakni Toto Gunarto, Helmi, Bambang Bule yang tergabung dalam kelompok Ambradul untuk masuk dapur rekaman dengan bekal uang hasil penjualan sepeda motor Iwan. Namun, penjualan album tersebut kurang sukses di pasaran.
Setelah rekaman ini, Iwan kembali mengamen dan ikut berbagai festival. Ia sempat menjuarai festival musik country lalu mengikuti festival lagu humor. Oleh Arwah Setiawan (almarhum), lagu-lagu humor Iwan direkam dan diproduseri oleh Handoko di bawah bendera perusahaan ABC Records. Dalam rekaman ini Iwan ditemani oleh Pepeng (pembaca acara kuis Jari-jari), Krisna, dan Nana Krip. Album ini pun bernasib sama dengan album rekaman sebelumnya yang hanya dikonsumsi kalangan tertentu saja, seperti anak muda.
Rupanya pintu kesempatan belum tertutup bagi Iwan. Setelah sempat rekaman sekitar 4-5 album, nama Iwan akhirnya melejit di tangan Musica Studio yang kemudian menghasilkan album-album karyanya, seperti Sarjana Muda, album solo perdananya, yang aransemen musiknya dimotori oleh Willy Soemantri, album 1910, album Mata Dewa, yang meledak di pasaran. Walaupun nama Iwan Fals sebagai penyanyi dan musisi semakin populer, banyak orang hanya tahu nama namun tidak kenal wajah karena Iwan baru masuk televisi setelah tahun 1987 padahal rekaman pertamanya dilakukan tahun 1979, waktu itu usianya masih 18 tahun.
Meskipun sudah masuk dapur rekaman dan albumnya diterima oleh pasar, Iwan diam-diam masih mengamen dari rumah ke rumah, acara hajatan dan sunatan, sembari sekali-sekali di Pasar Kaget, Blok M karena ia harus menghidupi keluarganya. Ia juga sekali-sekali memanfaatkan mobil colt abu-abu miliknya untuk menarik penumpang sepulang dari studio.
Pada awal 1982, isteri Iwan, Rosana, melahirkan anak pertama, Galang Rambu Anarki di tengah keadaan ekonomi yang sedang sulit. Meskipun demikian, Iwan tetap bersyukur dengan membuat lagu khusus berjudul Galang Rambu Anarki sama dengan nama anaknya. Selama 3 tahun selanjutnya Iwan masih mengamen. Baru tahun 1985, setelah anak keduanya lahir, Anissa Cikal Rambu Basae, Iwan memutuskan berhenti total dari mengamen.
Di masa Orde Baru, lagu-lagu Iwan sempat dicekal dan ia dilarang melakukan pertunjukan di beberapa daerah. Pada 1984 ia mendapat masalah karena lagunya yang berjudul Mbak Tini. Lagu ini berkisah tentang Mbak Tini, seorang pelacur yang membuka warung kopi di pinggir jalan dan mempunyai suami bernama Soeharto, seorang supir truk. Oleh pihak yang berwenang waktu itu, lagu tersebut dianggap menghina presiden RI, Soeharto. Akibatnya, Iwan terancam bakal masuk penjara. Padahal, menurut Iwan, lagu tersebut sama sekali tidak ada kaitannya dengan Soeharto dan istrinya, (mendiang) Tien Soeharto.
Dalam mencipta lagu, Iwan mendapat inspirasi dari koran, televisi, keadaan sekitar dan alam. Saat rezim Orde Baru menghadapi detik-detik ketumbangannya, misalnya, ia membuat lagu berjudul Kamu Sudah Gila, Apa Kamu Sudah Jadi Tuhan? Sedangkan lagunya Belalang Tua diilhami oleh seekor belalang yang bergayut di selembar daun selama berhari-hari di kebun miliknya.
Setelah album Orang Gila (1993), Iwan, yang sempat kuliah di Lembaga Pendidikan Kesenian Jakarta (sekarang Institut Kesenian Jakarta) menghilang selama kurang lebih 10 tahun dari hingar bingar industri rekaman. Dalam kurun waktu itu, Iwan bergabung dengan berbagai kelompok, yakni Swami, Dalbo, Kantata Takwa, dan Kantata Samsara. Kolaborasinya itu melibatkan beberapa musisi dan budayawan ternama, seperti Setiawan Djody, Sawung Jabo, WS Rendra, dan Jocky Suryoprayogo.
Iwan juga melakukan beberapa kerjasama di luar kelompok tersebut, di antaranya melahirkan album Anak Wayang (bersama Sawung Jabo), Terminal dan Orang Pinggiran (bersama Franky Sahilatua), serta Mata Hati (bersama Bobby Erres). Baru pada tahun 2002, Iwan mengeluarkan album berjudul Suara Hati, sebuah album comeback yang betul-betul merupakan hasil karyanya bersama grupnya.
Pada 18 Juni 2003 yang lalu, Iwan bersama isterinya, Mbak Yos, yang juga merangkap sebagai manajernya baru saja melempar album baru di bawah bendera Musica Studio berjudul Iwan Fals: In Collaboration With, yang kebanyakan berisi lagu-lagu cinta. Dari 10 lagu, kecuali Rinduku karya Harry Roesli, lima lagu lainnya dibuat oleh pencipta-pencipta lagu muda, yaitu Pongky “Jikustik” (Aku Bukan Pilihan), Eross “Sheila on 7” (Senandung Lirih), Piyu “Padi” (Sesuatu yang Tertunda), Azis MS “Jamrud” (Ancur) dan Kikan “Cokelat” (Sudah Berlalu) sedangkan empat lagu lainnya, diambil dari album Suara Hati, yaitu Kupu-kupu Hitam Putih, Belalang Tua, Suara Hati dan Hadapi Saja yang semuanya diaransemen ulang.
Album:
Serenade Kembang Pete ; Frustrasi ; Sarjana Muda (1981) ; Opini (1982) ; Sumbang ; Sugali ; Kumenanti Seorang Kekasih ; Sore Tugu Pancoran ; Ethiopia ; Aku Sayang Kamu ; Lancar Kereta Tua ; Wakil Rakyat ; 1910 ; Mata Dewa ; Antara Aku, Kau, dan Bekas Pacarku ; Kemesraan ; Swami I (Bento) ; Swami II (Kuda Lumping) ; Kantata Takwa ; Cikal ; Belum Ada Judul ; Hijau ; Dalbo ; Orang Gila ; Terminal ; Mata Hati ; Orang Pinggiran ; Anak Wayang ; Lagu Pemanjat ; Kantata Samsara ; Live “Peristiwa Senayan” ; Best of the Best Iwan Fals ; Suara Hati (2002) ; Iwan Fals, In Collaboration with (2003)
Serenade Kembang Pete ; Frustrasi ; Sarjana Muda (1981) ; Opini (1982) ; Sumbang ; Sugali ; Kumenanti Seorang Kekasih ; Sore Tugu Pancoran ; Ethiopia ; Aku Sayang Kamu ; Lancar Kereta Tua ; Wakil Rakyat ; 1910 ; Mata Dewa ; Antara Aku, Kau, dan Bekas Pacarku ; Kemesraan ; Swami I (Bento) ; Swami II (Kuda Lumping) ; Kantata Takwa ; Cikal ; Belum Ada Judul ; Hijau ; Dalbo ; Orang Gila ; Terminal ; Mata Hati ; Orang Pinggiran ; Anak Wayang ; Lagu Pemanjat ; Kantata Samsara ; Live “Peristiwa Senayan” ; Best of the Best Iwan Fals ; Suara Hati (2002) ; Iwan Fals, In Collaboration with (2003)
Langganan:
Komentar (Atom)
-
Intro : E A E B A B A E B E Dunia polotik penuh dengan intrik A E Cubit sana cubit sini itu sudah lumrah B ...
-
[intro] A B E A G# C#m B A E B Kupikir kau sudah C#m B Melupakan aku A E/G# Ternyata hatimu ...
-
A Bm A Bm A Bm F#m Em A na na na na na A E sambil tersenyum dan tanpa beban ho o ho ho A ...
















